Cerpen

CERPEN

 
KANTIN SEKOLAH
KARYA : SITI NURUL QOMARIAH

SMK Negeri 2 Muaro Jambi itulah salah satu nama sekolah terfavorit se-kabupaten Muaro Jambi dimana sekolah itu memiliki berbagai jurusan seperti jurusan pertanian, multimedia, dan kesehatan. Selain itu, para siswa dan siswinyapun sangat aktif dalam kegiatan Akademik maupun Non Akademik serta patuh dalam tata tertib sekolah.
                 Teng…Teng…Teng bel tanda istirahat pun berbunyi, seperti biasa dimana para siswa dan siswi berhamburan dan berebut menuju kantin sekolah untuk mengisi perut mereka karena lapar setelah menempuh KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Karena tidak sabarnya para siswa dan siswi untuk menyantap pesanan mereka, sampai-sampai penjual kantin tersebut dibuat kewalahan oleh mereka.
                 Dan tidak lama kemudian datanglah tiga sahabat paling kece disekolah tersebut, mereka  bernama Rhia, Riska, dan Tanty mereka sudah lama bersahabat sejak kecil hingga sampai sekarang mereka dewasa, akan tetapi sifat merekapun berbeda – beda Rhia orangnya pengertian sama sahabat, baik, pendiam dan agak cuek.  Sedangkan Riska orangnya periang, pintar tapi sedikit cengeng. Dan yang terakhir Tanty dia sifatnya agak sedikit galak, cuek dan juga pesimis pada pendiriannya. Sesampainya di depan kantin .
                “Oh …. My Good ini kantin atau pasar ikan” kaget Riska setelah apa yang dia lihat di depan matanya.
                “Iyaa … ya rame banget sampai – sampai selera makan aku hilang nih liatnya” jawab Rhia dengan nada lesu.
               “Terus gimana dong nasib perut kita, aku Sudah lapar banget nih…??” sambung Tanty
               “Ya udahh terpaksa deh kita cari tempat makan lain!?”  ujar Rhia
               “Haah.. kita lo aja kale, gue enggak” kata Riska
               “Yaudah terserah kamu mau ikut apa enggak, yuk Tanty kita pergi duluan” ajak Rhia
               “Yuukk…” jawab Tanty tanda setuju.
Mereka berdua pun melangkah pergi meninggalkan Risk seorang diri.
               “Ihhh.. kok beneran di tinggal sih,, aku kan tadi cuma becanda doang, ikuutt,,?? ” teriak Riska sambil berlari menghampiri Rhia dan Tanty.
               “Ahh… kalian gak asikk ahh,, main – main tinggal aja”gumam Riska setelah dekat Rhia dan Tanty.
               “Ya salah sendiri,, diajak gak mau” tegas Tanty
               “Ya kan tadi aku cuma becanda, ehh… ternyata kalian malah main tanggal beneran”??dengus Riska dengan mulut manyun.
               “Ya sekarang salah siapa coba”ketus Tanty
               “Udah….udah,, kok  jadi malah berdebat disini, jadi makan gak nih”??tanya Rhia sembari menenangkan kedua temannya yang sedang main otot – ototan.
               “Ya habis Tanty sih nyebelin Rhia”gumam Riska dengan lirih
               “Apaaa…. mau nangis,, ngadu mama gitu dasar anak cengeng” ketus Tanty dengan nada mengejek.
              “Sudah Tanty, kok malah di perpanjang lagi, yaudah mending maafaan aja kalian?? ” ujar Rhia mengajak temannya untuk berdamai
              “Sory,, jawab Tanty dengan santai
             “Jadi enggak mau maafin aku nih?” ujar Riska dengan nada seperti orang ingin menangis
Tetapi Tanty hanya diam saja, dengan sikap acuh tak acuh.
              “Yaudah kalau enggak mau maafin aku enggak apa – apa kok,, aku pergi dulu, permisi…”kata Riska dengan wajah menunduk.
 Lalu Riska pun pergi meninggalkan Rhia dan Tanty,  karena Tanty tidak mau memaafkan kesalahannya.
              “Tuhh kan kacau jadinya,, niatnya mau makan malah ada masalah kayak gini,, dan kamu Tanty apa sih salahnya maafin dia karena Cuma masalah sepele seperti ini,, kamu kan tau sendiri gimana sifat anak itu, dia tuh gampang nangis …”kata Rhia memberi pengertian kepada Tanty.
             “Ya aku juga sebenarnya gak bermaksud bikin dia nangis kayak gitu… Terus gimana dong sekarang?? Tanya Tanty dengan rasa bersalah.
             “Yaudah jalan satu – satunya kamu samperin dia lalu minta maaf soal tadi”?! jawab Rhia.
            “emm… ia deh, mungkin itu lebih baik dan jangan panggil aku Tanty kalau aku gak minta maaf atas kesalahan aku sendiri”ujar Tanty penuh semangat.
            “Nahh… gitu dong, gue suka gaya loe,, kita harus menyadari kesalahan kita dan meminta maaf dengan orang yang telah kita sakiti, itu baru namanya teman Rhia”kata Rhia sambil tersenyum.
           “Ya udah kalau gitu, aku mau samperin Riska dulu ya Rhia”ujar Tanty bergegas pergi.
          “Okee, Good Luck yaah..?? jawab Rhia memberi semangat kepada Tanty.
 Tapi Tanty hanya tersenyum kepada Rhia tanda dia senang mendengar semangat yang diberikan oleh Rhia. Tanty terus mencari dimana keberadaan Riska yang tidak bersalah dia terus mencari dan mencari menyusuri setiap koridor sekolah, kantin, toilet dan halaman sekolah dan tidak lama Tanty pun menemukan Riska yang tengah menangis didalam kelasnya seorang diri.
           Melihat Riska dengan kepala tertunduk sambil menangis, timbul rasa bersalah dalam hati Tanty. Tidak seharusnya dia membuat Riska menangis seperti ini,, dia benar-benar menyesal atas perbuatannya lalu dia pun segera menghampiri Riska yang tak berdaya, setelah berada disamping Riska.
            “Ris… maafin aku ya, aku gak bermaksud bikin kamu nangis kayak gini, aku benar-benar minta maaf seharusnya tadi aku maafin kamu, kamu mau kan maafin aku Riska” Tanya Tanty dengan nada bergetar menahan tangis. Tidak berapa lama Riska pun menjawab.
           “iya.. aku mau maafin kamu, tapi sebelumnya kamu mau kan maafin aku juga”ujar Riska sambil tersedu – sedu.
          “Yang bener tuh,, kamu mau maafin aku atas perbuatan aku tadi, ? iya aku maafin kamu juga Riska..”jawab Tanty
          “Iyaa bener Tanty aku maafin kamu” gumam Riska sambil mengusap air mata di pipinya.
          “Yaudah berarti sekarang kita damai ya”?? Tanya Tanty sambil mengulurkan jari kelingkingnya.
          “Iyaa…”jawab Riska sambil tersenyum dan membalas ulurannya
          “Nahh gitu dong, jangan nangis lagi smile-smile”goda Tanty
          “Hehehe,,” jawab Riska sambil tertawa
Tidak di sangka diam – diam Rhia melihat semua kejadian yang mengharukan itu dibelakang pintu dan tidak sengaja Tanty pun melihat Rhia.
           “Ehh Riska kayaknya ada yang ngintipin kita nihh dari tadi”? ujar Tanty bermaksud membongkar tempat persembunyian Rhia.
           “Hehehee…. Maaf deh habis aku penasaran banget tadi pengen liat apa yang kalian lakukan jadi terpaksa deh aku mengikuti Tanty tadi,”gumam Rhia sambil keluar dari tempat persembunyiannya.
           “Hemm… pantesan aja tadi sepanjang jalan aku ngerasa ada yang ngikutin aku, tapi aku enggak begitu peduli sih”tungkas Tanty
          “Hehe… yaudah yang penting sekarang aku udah tahu semua apa yang kalian lakuin, dan aku juga senang ,kalian mau ngelakuin apa yang seharusnya kalian lakukan  jika kalian bersalah, dan yang lebih aku senang lagi akhirnya kalian berdua damai,, ” kata Rhia dengan hati bangga dan senang melihat kedua temannya akur lagi tidak seperti tadi kayak Tom and  Jerry.
          “aku juga nyesel dan seharusnya tadi aku enggak bertingkah seperti anak kecil dikit – dikit nangis, aku benar – benar minta maaf  yaa kawan” Tanya Riska dengan rasa penyesalan.
          “Siip deh,, sebelum kamu minta maaf  juga kami udah maafin kamu kok  Ris… ?! jawab Rhia sambil tersenyum.
          “Yaudah yang penting sekarang aku gak mau hal seperti ini terulang lagi, apalagi sampai – sampai membuat persahabatan kita jadi hancur,, okee kawan” ujar Tanty meyakinkan kedua temannya.
         “Okee boss..” !! jawab Rhia dan Riska dengan serentak.
         “Ehh… makan yukk tadi kan niatnya kita mau makan, dari tadi cacing diperut udah manggil – manggil nih”?? gumam Riska mengingatkan.
         “Ohh iya hampir lupa saya”jawab Tanty sambil menepuk  jidatnya, yang seperti lapangan Golf alias (jenong).
        “Huu… masih muda udah pikun,, dasar Tanty  pelupa” sambung Riska.
        “Truss MASBULOH gitu” gumam Tanty sambil tersenyum.
       “Yaa masalah lah kan umur kamu masih muda, masa udah pikun duluan” kata Riska menjawab.
       “Tuhh kan mulai lagi,, udahlah ayoo kita kekantin nanti keburu masuk loh” ajak Rhia berusaha menenangkan kedua temannya.
       “Ayo deh kalau gitu “ jawab Tanty dan Riska dengan serentak.
Merekapun bergegas pergi menuju kantin untuk mengisi perut mereka masing – masing yang sudah meronta – ronta karena lapar. Di tengah perjalanan pun mereka masih bisa bercanda tawa bersama. Dan sesampainya dikantin, merekapun langsung memesan makanan + minuman untuk mengisi perut mereka dan mereka pun bercanda kembali sambil menunggu pesanan datang ditempat duduknya masing – masing
       “emm… oh iya kayaknya tadi ada yang lagi galau nih didalam kelas”kata Rhia bermaksud mengejek Riska sambil tersenyum,
        “Iya tuh… sampai – sampai nangis” sambung Tanty.
        “Ihhh … apa lah kalian nih, siapa juga yang galau, kan aku Remaja Anti Galau, week” jawab Riska sambil lidahnya menjulur keluar (melet).
        “Ahh.. . iya apa, udah deh ngaku aja, kamu kan cengeng masa ia bisa disebut ‘Remaja Anti Galau’ ya kan Tanty” ujar Rhia semakin meledek Riska.
        “Betul banget tuh…. “jawab Tanty sambil menahan senyum.
        “Emmm enggak yaa”!! tungkas Riska membela dirinya
        “Ehh kayaknya keren tuh kalau kita juluki remaja anti galau buat kita bertiga kan kita selama ini enggak pernah merasakan yang namanya galau seperti orang – orang pacaran atau hal lain yang bikin kita galau” kata Tanty mendapat suatu ide
        “Wahh…. Bener banget tu Tan, aku setuju” jawab Rhia menyetujui ide Tanty.
       “Aku jugu setuju, itu nama yang paling keren buat kita bertiga”sambung Riska sambil memukul meja dan tertawa bersama sanking senangnya.
       “Aduh… aduh awas ya meja ibu lecet nanti”pesan ibu kantin sambil membawa pesanan Rhia, Riska dan Tanty.
      “Hehehe…. Maaf deh bu” jawab mereka bertiga serentak sambil tersenyum.
      “Udahh,, udah makan dulu, ketawanya nanti dilanjutin lagi” kata ibu kantin itu mengingatkan.
      “Hehe… ia ibu”jawab mereka
Lagi – lagi mereka hanya tertawa dan tidak mendengarkan penuturan ibu kantin itu. Akhirnya bel tanda masuk pun berbunyi itu artinya, waktu istirahat telah usai, dan kini saatnya melanjutkan kegiatan KBM.
      “Ehh,, bunyi belt uh, masuk kelas yukk”! ajak Rhia kepada teman – temannya.
      “Yaudah ayo…. “sambung kedua temannya
Merekapun segera membayar, makanan dan minuman yang mereka pesan tadi, lalu pergi meninggalkan kantin tersebut.
      “Makasih ya bu ,,,”ujar Riska
      “Iya Riska, sama – sama”jawab ibu kantin tersebut.
Sesampainya dikelas merekapun siap – siap untuk mengikuti pelajaran yang akan diberikan oleh guru, dan tak lama kemudian datanglah seorang guru wanita yang memasuki kelas mereka.
      “Selamat siang anak – anak”ujar ibu guru itu sambil tersenyum.
     “Selamat siang bu….”balas para siswa – siswi tersebut dengan serentak.
      “Maaf ya sebelumnya, maksud kedatangan ibu kesini hanya ingin memberi tahu sesuatu kepada kalian semua bahwa pada jam terakhir ini kita tidak belajar seperti biasanya dikarenakan, para guru akan rapat, jadi sengaja kalian sekarang dipulangkan cepat” kata ibu guru tersebut.
      “Horee…” seru para siswa dan siswi yang ada diruangan itu, karena kegirangan mendengar berita tersebut.
Itulah yang mereka nanti – nanti disaat jam pelajaran terakhir karena bagi mereka belajar disaat jam terakhir sangatlah membosankan dan membuat mereka mengantuk.
         Dan akhirnya keinginan mereka tercapai juga, tetapi berbeda dangan Rhia, Riska dan Tanty mereka tidak sependapat dengan keinginan para siswa lain. Karena, menurut mereka lebih baik belajar daripada tidak.
        “Heyy…. Kalian bisa gak, enggak usah ribut, hargai tuh guru didepan .. kalian nih, senang banget sih kalau gak belajar”!!! tegas Tanty dengan kesal.
Sekejap saja setelah Tanty membentak mereka, tak ada satupun para siswa san siswi yang mau angkat bicara. Semuanya terdiam tak ada suara, yang ada hanya suasana sunyi seperti tak ada penghuninya. Memang dari setiap para siswa lain yang terkenal galak dan tegas adalah Tanty, jadi jika sudah Tanty yang bertindak taj ada satuy orangpun yang berani mencegahnya.
        “Sudah… sudah tidak usah di permasalahkan lagi kalian siap-siap pulang ya”  kata ibu gurumengingatkan kembali. 
         “Iyaa bu jawab mereka dengan serentak
         “Ya udah kalau gitu, ibu permisi dulu ya dan buat kalian hati-hati dijalan, selamat siang anak – anak”?!
         “Iya bu,, selamat siang….
Tak lama guru itupun meninggalkan kelas tersebut dan para siswa pun berhamburan saling berebut keluar kelas untuk pulang kerumahnya masing – masing. Sedangkan Tanty, Rhia dan Riska masih duduk didalam kelasnya.
         “Hemm,, kenapa sih anak jaman sekarang gak ada semangat – semangatnya buat belajar, padahalkan kita bentar lagi mau ujian kenaikan kelas, tapi liat yang lain kayaknya santai – santai aja….” Kata Rhia
         “Iya tuh,, emanglah anak remaja jaman sekarang, senangnya happy – happy” sambung Riska
         “Yaudah yuk,, kita pulang ngapain pun disini” ajak Tanty
         “ayoo,, lah kalau gitu” jawab Tanty dan Riska serentak
Merekapun akhirnya pulang bersama dan kebetulan rumah mereka juga searah jadi setiap harinya mereka se lalu berangkat dan pulang bersama dengan penuh canda tawa.


Pesan Moral : jika kita sedang dilanda kegalauan janganlah terlalu difikirkan atau dirasakan karena kegalauan itu hanya akan membuat kita merasa lemah dan disaat itulah kita tidak bisa berbuat apa, mau ini, mau itupun semuanya serba salah seperti orang yang gak semangat hidup dan stress, apalagi rasa galau itu timbul dari seseorang yang sedang patah hati. Karena manusia hidup di dunia ini semua pasti pernah memiliki masalah itu semua sebagai ujian umat manusia, semua cobaan yang diberiakn kepada kita, kita pasti bisa menyelesaikannya.  Jadi jika kita sedang merasa galau gunakan lah saat-saat itu dengan hal-hal positif dan yang bermanfaat
insya Allah semua apa yang sedang kita rasakan bisa hilang dengan sendirinya.



Biodata penulis:
Nama : Siti Nurul Qomariah. Saya memiliki hobbi menulis cerpen sejak duduk di bangku SMP, pernah mengikuti lomba menulis cerpen tingkat pelajar SMP Sederajat tingkat Kecamatan Sungai Bahar Utara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar