Selasa, 23 September 2014

Ir. Soekarno



 ir. Soekarno

            Presiden Soekarno sangat disegani oleh para pemimpin negara-negara di dunia pada waktu itu. Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno. Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjon dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Ketika hidup, Presiden Pertama Indonesia ini diketahui memiliki tiga orang istri dimana masing-masing istrinya memberinya keturunan. Istrinya yang pertama yang bernama Fatmawati memberinya lima orang anak yakni Megawati, Sukmawati, Rachmawati, Guntur dan Guruh, kemudian dari istrinya yang lain yang bernama Hartini memberinya dua orang anak yaitu Taufan dan juga Bayu.
           Istri yang lain dari Presiden Soekarno merupakan wanita keturunan Jepang yang bernama Naoko Nemoto dimana ia kemudian berganti nama menjadi Ratna Sari Dewi, dari pernikahannya dengan Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi, Presiden Soekarno dikarunia seorang anak yang bernama Kartika. Mengenai kisah hidup Presiden Soekarno, semasa kecilnya ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Sejak SD hingga ia kemudian lulus sekolah ia tinggal atau indekos di rumah Haji Oemar Said Tokroaminoto di Surabaya, dimana Haji Oemar Said Tokroaminoto ini merupakan pendiri dari Serikat Islan (SI). Setelah lulus, Soekarno kemudian melanjutkan pendidikannya di Hoogere Burger School atau HBS. Disana ia mendapat banyak ilmu atau pengetahuan dan jiwa nasionalismenya akan bangsa Indonesia menjadi sangat besar.
            Pada tahun 1920 setelah lulus dari Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno muda kemudian masuk ke Technische Hoogeschool (THS), sekolah inilah yang kemudian berubah nama menjadi ITB sampai sekarang ini. Soekarno belajar disana selama enam tahun dimana ia kemudian mendapatkan gelar Insinyur (Ir) pada tanggal 25 Mei. Setelah lulus, Soekarno kemudian mendirikan Partai Nasional Indonesia pada tanggal 4 Juli 1927 dan kemudian mulai mengamalkan ajaran Marhaenisme. Tujuan dari pembentukan partai Nasional Indonesia adalah agar bangsa Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari Jajahan Belanda.
      Dari keberaniannya ini kemudian pemerintah kolonial Belanda menangkapnya dan kemudian memasukkannya ke penjara Suka Miskin. Dalam penjara ini kebutuhan hidupnya semua berasal dari istrinya. Inggit yang juga dibantu oleh kakak ipranya bernama Sukarmini sering membawakan makanan kepada Soekarno di penjara Suka Miskin, hal itulah yang kemudian membuat pengawasan di penjara Suka Miskin makin diperketat.
        Soekarno dikenal belanda sebagai seorang tahanan yang mampu menghasut orang lain agar berpikir untuk merdeka sehingga ia kemudian dianggap cukup berbahaya. Beliau kemudian diisolasi dengan tahanan elit tujuannya agar tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara. Tahanan elit ini sebagian besar merupakan warga Belanda yang mempunyai kasus seperti penggelapan, korupsi dan juga penyelewengan, inilah yang menjadi tujuan Belanda agar topik pembicaraan mengenai bagaimana caranya untuk memerdekakan Indonesia tidak sesuai karena rata-rata tahanan elit yang bersama Soekarno adalah orang Belanda. topik yang biasa ia dengar sama sekali tidak penting seperti soal makanan dalam penjara dan juga cuaca. Selama berbulan-bulan di Suka Miskin menngakibatkan Soekarno putus komunikasi dengan teman-teman seperjuangannya, namun itu bukanlah hal yang sulit baginya untuk mendapatkan informasi dari luar.
         Akhirnya Soekarno menemukan ide baru, dimana ia menggunakan telur sebagai media untuk berkomunikasi dengan istrinya. Jika teman Soekarno mengalami musibah atau mendapat kabar buruk maka telur yang dibawa oleh istrinya adalah telur asin, itupun beliau hanya dapat menduga-duga sebab ia tidak tahu secara pasti apa yang terjadi diluar sana. Untuk berbicara dengan Inggit, Soekarno diawasi secara ketat dan juga barang bawaan yang dibawa oleh inggit dari luar penjara selalu diperiksa secara teliti.

Jumat, 19 September 2014

Unsur Suprasegmental



UNSUR SUPRASEGMENTAL


Jenis dan Peran Unsur Suprasegmental
Kalimat yang kita ucapkan sesungguhnya berunsur segmental dan suprasegmental. Unsur Suprasegmental adalah unsur kalimat yang berupa kata-kata yang dapat dituliskan. Unsur Suprasegmental merupakan unsur yang mengiringi pengucapan kata-kata yang hanya bisa disuarakan, tetapi tidak bisa dituliska, seperti lafal, intonasi, dan jeda. Mengucapkan bunyi bahasa dengan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tepat dapat memperjelas isi turunan. Sebaliknya ketidak laziman dalam pengucapan lafal, intonasi, dan jeda dapat mengganggu penyampaian informasi yang ada pada tuturan tersebut.
Reaksi kinetik, yaitu dengan mencatat lafal, intonasi dan jeda yang lazim dan tidak dirasa tidak lazim. Sampaikan pula reaksi verbal dengan memberikan tanggapa atau komentar, pendapat mengenai lafal, intonasi, dan jeda yang tidak lazim.
Lafal
Lafal adalah cara sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Kita mengenal bunyi vokal dan bunyi konsonan.
Vokal
Vokal adalah bunyi bahasa yang arus udara keluar dari rongga mulut tidak mengalami rintangan. Kita juga mengenal bunyi diftong ( Vokal Rangkap ). Diftong ini merupakan dua huruf vokal yang melambangkan satu bunyi yang tidak dapat dipisahkan.
Adapun bunyi diftong tersebut adalah ai, au, oi. Bunyi diucapkan satu hembusan nafas. Diftong ai bukan a dan i, menggulai (kambing) bukan menggulai (teh).
Contoh :
harimau dilafalkan / harimaw /
besok dilafalkan / besO? /
Konsonan
Selain bunyi vokal dan diftong kita juga mengenal bunyi konsonan. Kita juga mengenal bunyi frikatif yang bunyi yang dihasilkan apabila arus udara melewati saluran sempit sehingga mengeluarkan bunyi desis. Yang termasuk konsonan frikatif bersuara adalah /z/, sedangkan konsonan frikatif tak bersuara adalah / f /, / s /, / x / dan / h /.
Dalam pengucapan bunyi-bunyi konsonan tertentu sebagian orang-orang sering mengalami kesulitan misalnya / f / dilafalkan / p /. Hal ini dipengaruhi oleh dialek dan idiolek. Dialek variasi bahasa menurut kelompok pemakainya, sedangkan idiolek adalah keseluruhan ciri seseorang dalam berbahasa.
Tekanan Tekanan merupak keras lembutnya pengucapan. Pemberian penekanan digunakan untuk menunjukan bagian tertentu yang lebih ditekankan dalam sebuah kalimat dan biasanya pengucapannya dengan bagian yang lainnya. Contoh : Besok pagi kelas x ulangan bahasa Indonesia Besok pagi kelas x ulangan bahasa Indonesia Besok pagi kelas x ulangan bahasa Indonesia Besok pagi kelas x ulangan bahasa Indonesia ata-kata yang bercetak tebal merupakan kata yang mendapat tekanan dan menunjukan bagian yang perlu mendapat perhatian. Intonasi Intonasi adalah tinggi rendahnya nada dalam pengucapan sehingga membentuk lagu kalimat. Intonasi akan menunjukan kalimat tersebut sudah selesai atau masih jeda, menunjukan tuturan memberi tahu, bertabya, ataukah menyuruh. Intonasi yang tepat dalam pengucapan akan memperjelas maksud tuturan, tetapisebaliknya intonasi yang tidak tepat akan bisa menimbulkan penafsiran yang berbeda terhadap maksud tuturan. Jeda Jeda merupakan hentian sejenak dalam ujaran. Penggunaan jeda dalam tuturan sangat berpengaruh terhadap tersampaikannya maksud tuturan. Jeda biasanya digunakan untuk memisahkan frasa agar memberikan kejelasan maksud ujaran.