Tampilkan postingan dengan label unsur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unsur. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Oktober 2014

Pembaretan SMK N 2 Muaro Jambi Tahun 2014



PEMBARETAN
SMK NEGERI 2 MUARO JAMBI
TAHUN 2014
Pembina pembaretan SMK Negeri 2 Muaro Jambi Tahun 2014, bekerja sama dengan TNI. Selama kegiatan berlangsung dengan lancer tiada halangan suatu apapun. Semua peserta mengikuti kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah disusun panitia.
                Siswa baru SMK Negeri 2 Muaro Jambi diwajibkan mengikuti pembaretan karena melalui kegiatan ini fisik, mental dan disiplin siswa akan terbentuk. Kegiatan pembaretan di SMK N 2 Muaro Jambi merupakan program tahunan, dilaksanakannya program ini sebagai bekal siswa apablia siswa lulus yang melanjutkan  TNI maupun POLRI maupun diterapkan dalam kehidupan sehari-hari karena budaya disiplin sangat perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
                Peserta pembaretan harus melaksanakan kedisiplinan selama kegiatan berlangsung, baik makan, kegiatan dalam ruangan maupun di luar ruangan. Dibudayan seperti ini supaya diterapkan peserta dalam kehidupan sehari- hari baik di rumah maupun di sekolah.



                Sebagai puncak pembaretan adalah jelajah ala rintang yang harus dilalui setiap kelompok. Setiap kelompok  harus  melalui beberapa pos yang sudah ditentukan panitia. Selama jelajah setiap kelompok harus kompak dan menjaga misi rahasia yang diberikan panitia. Setiap anggota harus menjaga misi itu sampai di pos akhir. Jika misi itu bocor berarti kelompok tersebut gagal.




                Demi kebersamaan setiap kelompok ada yang melakukan kesalahan maka semua harus dihukum yaitu melakukan push up sebanyak 5 atau 10 X. setiappembina tidak menghukum yang sifatnya tidak mendidik atau hukuman yang dikira siswa tidak mampu untuk melakukannya.



                Peserta pembaretan tidak hanya kelalu satu rintangan saja, namun beberapa rintangan yang harus dilalui.




Meniti tebing yang terjal dan licin





permainan selanjutnya adalah kerjasama mengisi air dalam bak yang bocor. Bagai mana caranya supaya setiap anggota bisa mengisi bak tersebut samapai penuh.

Jumat, 19 September 2014

Unsur Suprasegmental



UNSUR SUPRASEGMENTAL


Jenis dan Peran Unsur Suprasegmental
Kalimat yang kita ucapkan sesungguhnya berunsur segmental dan suprasegmental. Unsur Suprasegmental adalah unsur kalimat yang berupa kata-kata yang dapat dituliskan. Unsur Suprasegmental merupakan unsur yang mengiringi pengucapan kata-kata yang hanya bisa disuarakan, tetapi tidak bisa dituliska, seperti lafal, intonasi, dan jeda. Mengucapkan bunyi bahasa dengan lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang tepat dapat memperjelas isi turunan. Sebaliknya ketidak laziman dalam pengucapan lafal, intonasi, dan jeda dapat mengganggu penyampaian informasi yang ada pada tuturan tersebut.
Reaksi kinetik, yaitu dengan mencatat lafal, intonasi dan jeda yang lazim dan tidak dirasa tidak lazim. Sampaikan pula reaksi verbal dengan memberikan tanggapa atau komentar, pendapat mengenai lafal, intonasi, dan jeda yang tidak lazim.
Lafal
Lafal adalah cara sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Kita mengenal bunyi vokal dan bunyi konsonan.
Vokal
Vokal adalah bunyi bahasa yang arus udara keluar dari rongga mulut tidak mengalami rintangan. Kita juga mengenal bunyi diftong ( Vokal Rangkap ). Diftong ini merupakan dua huruf vokal yang melambangkan satu bunyi yang tidak dapat dipisahkan.
Adapun bunyi diftong tersebut adalah ai, au, oi. Bunyi diucapkan satu hembusan nafas. Diftong ai bukan a dan i, menggulai (kambing) bukan menggulai (teh).
Contoh :
harimau dilafalkan / harimaw /
besok dilafalkan / besO? /
Konsonan
Selain bunyi vokal dan diftong kita juga mengenal bunyi konsonan. Kita juga mengenal bunyi frikatif yang bunyi yang dihasilkan apabila arus udara melewati saluran sempit sehingga mengeluarkan bunyi desis. Yang termasuk konsonan frikatif bersuara adalah /z/, sedangkan konsonan frikatif tak bersuara adalah / f /, / s /, / x / dan / h /.
Dalam pengucapan bunyi-bunyi konsonan tertentu sebagian orang-orang sering mengalami kesulitan misalnya / f / dilafalkan / p /. Hal ini dipengaruhi oleh dialek dan idiolek. Dialek variasi bahasa menurut kelompok pemakainya, sedangkan idiolek adalah keseluruhan ciri seseorang dalam berbahasa.
Tekanan Tekanan merupak keras lembutnya pengucapan. Pemberian penekanan digunakan untuk menunjukan bagian tertentu yang lebih ditekankan dalam sebuah kalimat dan biasanya pengucapannya dengan bagian yang lainnya. Contoh : Besok pagi kelas x ulangan bahasa Indonesia Besok pagi kelas x ulangan bahasa Indonesia Besok pagi kelas x ulangan bahasa Indonesia Besok pagi kelas x ulangan bahasa Indonesia ata-kata yang bercetak tebal merupakan kata yang mendapat tekanan dan menunjukan bagian yang perlu mendapat perhatian. Intonasi Intonasi adalah tinggi rendahnya nada dalam pengucapan sehingga membentuk lagu kalimat. Intonasi akan menunjukan kalimat tersebut sudah selesai atau masih jeda, menunjukan tuturan memberi tahu, bertabya, ataukah menyuruh. Intonasi yang tepat dalam pengucapan akan memperjelas maksud tuturan, tetapisebaliknya intonasi yang tidak tepat akan bisa menimbulkan penafsiran yang berbeda terhadap maksud tuturan. Jeda Jeda merupakan hentian sejenak dalam ujaran. Penggunaan jeda dalam tuturan sangat berpengaruh terhadap tersampaikannya maksud tuturan. Jeda biasanya digunakan untuk memisahkan frasa agar memberikan kejelasan maksud ujaran.